Mengetahui Istilah-Istilah dalam Al-Qur’an

1. IMAN
Iman artinya percaya. Allah SWT menghimbau manusia agar percaya kepadaNya dan bukan menyuruh tahu kepadaNya. Allah SWT Maha Tahu kepada kadar dan kemampuan hambaNya bahwa adalah tidak bagi manusia bisa melihat dan mengetahui Allah SWT tanpa seisiNya. Tidak semua yang dipercayai harus diketahui.
Allah SWT tidak hanya menghimbau manusia untuk percaya kepada Allah SWT tapi juga menghimbau untuk mempercayai adanya ciptaan Allah SWT yang tidak dan belum ditampakkanNya seperti MalaikatNya, Kitab suciNya yang diturunkanNya para Nabi dan dalam ajaran Islam “Rukun Iman”.

2. ISLAM
Islam artinya takluk atau menyerah. Manusia yang takluk dan berserah diri kepada Allah SWT dari kalangan laki-laki disebut Muslim. Dari kalangan perempuan disebut Muslimat. Orang yang takluk wajib patuh (taqwa). Patuh terhadap perintah dan LaranganNya, yakni terhadap ucapan, rencana dan janjiNya. Semua itu tertulis didalam sebuah kitab yakni : Al-Qur’an. Al-Qur’an ditulis menggunakan bahasa Arab yang harus terlebih dahulu dimiliki, dipelajari dan dipahami sebelum diyakini serta kemudian dijadikan petunjuk dalam bersikap dalam hidup (iman), berbuat (amal saleh) dan berperilaku (akhlaq), dijunjung tinggi dan diperjuangkan (jihad) agar diberlakukan bersama intern muslim dan kemudian diseluruh manusia.

3. IKHSAN

Ikhsan artinya berbuat baik. Ada dua pengertian kata ihsan didalam ajaran Islam :
a. Ihsan yang didefinisikan Allah SWT melallui lisan Nabi Muhammad SAW, yaitu mengabdi kepada Allah SWT seolah-olah kita melihat Allah SWT (seperti bekerja didepan majikan) dan kalaupun kita tidak melihatNya, Dia senantiasa melihat, memelihara dan memperhatikan kita.\
b. Ihsan dalam bahhasa umum adalah berbuat baik kepada sesama seperti berbuat baik kepada Orang Tua, kepada yang memiliki hubungan persaudaraan (keluarga) dan kepada anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan jauh, teman dekat dan jauh dan seterusnya.

4. IBADAT

Allah SWT menciptakan hanya dua hari (masa) : yaitu Hari Dunia dan Hari Kiamat. Hari dunia adalah hari manusia dan jin bekerja sedangkan Hari Kiamat adalah Hari mereka menerima upah (balasan) bekerja. Bekerja kepada Allah SWT didalam bahasa arab disebut ibadat. Yaitu melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhkan diri dari laranganNya. Seperti halnya bekerja disebuah Negara ( pegawai negeri) atau perusahaan yang harus taat patuh kepada aturan dan tata tertib Negara atau perusahaan, maka demikian pula bekerja (ibadat) kepada Allah SWT semuanya harus sesuai petunjukNya (Hudan).

5. Waktu dan Tempat Beribadat

Ibadat hanya berlaku semasa hidup manusia didunia dan setelah masuk kepintu akherat (mati) hilanglah semua kewajiban ibadat tersebut. Disana di Hari Akherat manusia baik yang muslim maupun non muslim tidak diperintahkan untuk mempelajari dan menjalankan syahadat, sholat, zakat, puasa, haji, dan memberlakukan hokum dan sanksi hukum Allah SWT pagi para pelanggar hukumNya. Hari akherat adalah tempat menerima balasan ibadat dan maksiat, menerima balasan baik dan buruk manusia semasa mereka hidup didunia.

6. Munfarid dan Berjamaah

Beribadat kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada diri sendiri atau kepada sesama yang dilakukan seorang diri dalam satu tempat dan waktu tertentu disebut Munfarid sepeerti makan minum, tidur, baung air besar dan air kecil, berpakaian, berwudhu, sholat, dzikir serta melakukan perbuatan hal-hal kecil.
Sedangkan beribadat kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama yang dilakukan secara bersama-sama disatu tempat atau wilayah domisili disebut berjamaah. Mengabdian kepada Allah SWT adalah satu kewajiban mutlak dan siapapun manusia dan jin tidak bisa mengelak, sedangkan berbuat baik kepada sesama adalah suatu keharusan setelah tewrlebih dahulu baik berbuat baik kepada diri sendiri. Beribadat kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada diri adalah menjadi tugas wewenang dan tanggung-jawab ppribadi masing-masing umat Islam. Sedangkan beribadat kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama adalah menjadi tugas wewenang dan tanggung-jawab bersama umat Islam didalam wilayah domisili (memiliki pemimpin intern umat Islam) adalah wajib hukumnya didalam ajaran Islam.

7. TAQWA

Taqwa artinya patuh. Orang yang patuh kepada Allah SWT yaitu orang yang menjalankan segala perintah Allah SWT, menjauhi segala laranganNya setelah mengetahuinya disebut Muttaqin. Untuk patuh seseorang perlu mengetahui apa apa yang harus dipatuhi. Oleh karena itu maka mempelajari apap yang harus dipatuhi adalah kewajiban (ibadat) sebelum kewajiban tersebut dilaksanakan. Belajar adalah ibadat sebelum ibadat.

8. ADIL

Adil artinya seimbang. Orang yang seimbang dalam menempatkan hak dan kewajiban disebut orang adil. Kata adil sangat erat hubungannya dengan pemimpin dan hakim. Menurut ajaran Islam Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Jadi orang adil adalah orang yang bisa menempatkan sesuatu pada tempat sesuai ajaran dan hukum Islam. Segala ucapan, tindakan dan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran, aturan dan hukum Islam adalah tidak adil atau zalim.

9. SALEH

Saleh artinya beres. Orang yang beres kepada Allah SWT dan beres kepada sesama disebut orang saleh. Orang-orang yang berlaku dari kalangan laki-laki kepada Allah SWT dan beres kepada sesama disebut Sholihin ( Orang-orang saleh ) sedang dari kalangan wanita disebut sholihat.

10. SYUKUR

Syukur artinya menerima. Lawan kata syukur adalah kufur (menolak). Orang yang ridho dan ikhlas menerima apa apa yang diberikan Allah SWT didunia disebut orang bersyukur. Sebagai gambaran orang bersyukur atau menolak (kufur) digambarkan berikut dibawah ini :
“ Sesungguhnya awal adanya sesuatu (termasuk kita manusia) adalah karena rahmat ( kasih saying ) Allah SWT semata. Tiada seorangpun yang hidup dan hadir kedunia ini dengan berencana sebelumnya. Rahmat Allah SWT ini dijadikan Dia suatu ni’mat “
Dan demikian ni’mat tersebut dijadikan Allah menjadi dua ni’mat yaitu :
a. Ni’mat keberadaan ( hidup dan kehidupan )
b. Ni’mat adanya aturan (pakai) hidup atau agama
Bila seseorang menerima kedua ni’mat tersebut dengan rasa ridho dan ikhlas maka orang tersebut disebut orang yang bersyukur. Dan apabila dia hanya menerima salah satu aturan pakai hidup (agama), maka orang tersebut disebut orang kufur (menolak).

11. SABAR

Sabar artinya tahan uji. Dunia adalah tempat ujian dimana setiap orang akan diuji Allah SWT apakah dia mau menerima dan mematuhi aturan, hukum dan sanksi HukumNya atau tidak. Orang sabar adalah orang yang tahan dan tabah dalam menjalani ujian tersebut sampai dia bertemu dengan Allah SWT, Sang Penguji, Sang Maha Pembalas.

12. TAWAKAL

Tawakal artinya mengendalikan. Manusia adalah makhluk bergantung. Ia tidak bisa hidup sendirian tanpa yang lain. Mulai dari keberadaan, keselamatan, kesehatan, keberhasilan dan kebahagiaannya tak bisa lepas dari pihak lain. Dan oelh karena itu maka ia tak bisa lepas dari andalannya. Sebagian orang yang menjadikan sesamanya sebagai andalannya, sebagian orang menjadikan kedudukan dan harta sebagai andalannya. Orang yang sehat akalnya adalah orang yang menjadikan Allah SWT sebagai andalannya.

13. KAFIR

Kafir artinya menolak. Tidak dikatakan kafir seseorang yang belum ditawari dan mengetahui apa yang ditawarkan kepadanya. Jadi orang kafir adalah orang yang menolak setelah ditawari sesuatu kebenaran yang telah diketahui dan dipahaminya. Orang yang belum ditawari, belum mengetahui dan memahami kebenaran dan kebaikan apa yang ditawarkan kepadanya disebut orang jahil (bodoh). Orang kafir terbagi menjadi dua bagian :
a. Kafir (menolak) kepada keseluruhan yang ditawarkan
b. Kafir (menolak) kepada sebagian yang ditawarkan
(misalnya : badan dan hidup diterima, aturan pakai badan dan hidup ditolak atau hukum sholat, zakat, haji, perkawinan diterima, kewajiban menjalankan dan memberlakukan hukum dan sanksi hukum islam tak diterima).

14. SYIRIK

Syirik artinya mempersekutukan, menyatukan, mencampur dan menganggap sama. Orang yang mempersekutukan , menyatukan, mencampur atau menganggap sama kepada Allah, aturan, kekuasaan dan hukum Allah SWT disebut orang Musyrik. Orang musyrik terbagi menjadi kedalam tiga bagian yaitu :
a. Musyrik Rububiyah. Yaitu orang yang mengakui dua atau lebih kebenaran dan melaksanakan dua aturan atau lebih. Aturan Allah SWT dan aturan lain selain diriNya. ( misalnya ; menerima atau melaksanakan aturan Allah SWT dan aturan Undang-Undang dan hukum buatan manusia atau syetan).
b. Musyrik Mulkiyah. Yaitu orang yang mengakui adanya hukum dan kedaulatan hukum diluar hukum dan kedaulatan hukum Allah SWT didunia.
c. Musyrik Uluhiyah. Yaitu orang yang mengaku diri sebagai Tuhan, mengurangi dan atau menambah Tuhan dan KedudukanNya. Mengakui sebagai abdi Allah SWT dan abdi yang lain. Memuja Allah SWT dan memuja kepada yang lain. Berjuang demi berlaku dan terlaksanaannya perintah Allah SWT dan demi kepentingan lain. ( pribadi, keluarga, Negara atau masyarakat dunia).

15. FASIK

Fasik artinya mengelak. Orang yang mengetahui kebenaran kemudian mengelak tidak mau menjalankan tersebut disebut orang fasik. Misalnya orang yang mengaku tidak mau menjalankan kebenaran tersebut disebut orang fasik, misalnya orang yang mengaku orang Islam telah mengetahui bahwa umat Islam disuatu wilayah domisili harus bersatu dan membuat kepemimpinan intern itu adalah wajib hukumnya dan kemudian tidak menjalankan kewajiban tersebut dan malah menghalang-halangi bersatu dan berpemimpinnya umat Islam maka umat Islam tersebut disebut orang-orang fasik.

16. NIFAK

Nifak artinya setengah hati. Orang yang setengah hati menerima aturan Tuhan disebut orang Munafik. Orang munafik dikenal ajaran Islam orang yang memiliki dua muka ( dzul wajhain), melihat dan menunggu dipihak mana yang dirasakan aman dan enak bagi dirinya. Bila rasa aman dan enak ada dipihak non Islam maka dia akan bergabung dengan orang non Islam didalam melawan orang-orang islam dan bila rasa aman dan enak ada dipihak Islam dengan tiada rasa malu dia bergabung dan menonjolkan diri dikalangan orang-orang Islam. Hidupnya bergantung kemana arah angin berhembus.

17. ZALIM

Zalim artinya aniaya. Sebagai kebalikan arti dari adil, maka zalim adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Orang yang menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya disebut Orang Zalim. Manusia diatur, Allah SWT mengatur. Orang Zalim adalah orang yang menempatkan aturan dan Hukum Allah SWT dibawah aturan Undang-Undang dan Hukum Allah SWT dengan aturan, Undang-Undang dan hukum buatannya atau malah menolaknya. Mereka tahu bahwa Allah SWT telah membuat aturan ( Undang-Undang, Hukum dan sanksi hukum) untuk mereka. Namun, mereka malah membuat dan menyusun aturan ( Undang-Undang, Hukum dan sanksi hukum) sendiri. Kata Adil sangat lengket dengan orang-orang tersebut. Oleh karena itu ajaran Islam menempatkan musyrik sebagai zalim yang amat besar dan orang-orang tersebut dikategorikan sebagai orang-orang musyrik.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: